Selasa, 22 Juni 2021

"Batik Aceh memiliki ciri khas tersendiri, yaitu menggunakan perpaduan unsur alam dan budaya dari masyarakat aceh sendiri. Untuk warna yang dominan dipakai dalam batik Aceh adalah warna cerah, seperti warna merah muda, merah, kuning, hijau dan lainnya. Sehingga kain batik akan terlihat cerah dan juga glamor. Motif-motif batik Aceh yang terkenal di antaranya adalah motif pintu Aceh, bunga jeumpa, motif tolak angin, rencong, gayo, pucok reubong, dan sebagainya" Dikutip dari https://www.jawapos.com/lifestyle/02/10/2017/cantiknya-lima-jenis-motif-batik-dari-aceh-hingga-papua/ Namun pernyataan yang telah di publis tersebut tidaklah semuanya benar adanya. karena telah terjadi perubahan selera masyarakat dengan pengarus mode dan bergesernya pola konsumtif dan beda generasi membuat batik batik khas aceh telah berubah mengikuti perkembangan kreativitas dan inovasi yang luar biasa.




Penggunaan batik juga bukan hanya untuk ke kantor saja atau ke tempat pengajian, namun telah diterima penggunaannya sebagai pakaian casual semi resmi yang bisa digunakan dalam acara formal maupun tidak. Hal itu membuat anak muda aceh terus giat melahirkan banyak motif aceh agar bisa di pasarkan di tingkat nasional dan internasional. 


Giat pemuda aceh saat ini akan membuat nama aceh menjadi bergaiaran untuk membuat pemuda aceh termotivasi melakukan banyak perubahan , apalagi selama covid 19 melanda. 

Sabtu, 12 Juni 2021

Tantangan menjadi yang pertama

Menjadi sebagai sosok yang di inginkan oleh beberapa orang tentunya menjadi sebuah keunikan tersendiri. karena banyak orang diluar sana yang hanya menginginkan menjadi seperti yang dia lihat, namun ia tidak mampu untuk melakukan perubahan besar dalam dirinya sendiri karena ada kebiasaan buruk yang terus ada didalam dirinya. 

 “Successful people aren’t born that way. They become successful by establishing the habit of doing things unsuccessful people don’t like to do.” ―William Makepeace Thackeray

Kutipan di atas sangat menggambarkan betapa besar dampak kebiasaan (habit) yang kita miliki karena sukses tidaklah terjadi dalam waktu semalaman. Bahkan, kebiasaan terkecilpun sangat memberikan dampak yang berarti untuk mewujudkan kesusksesanmu. Seperti rutin melakukan meditasi selama 10-30 menit perhari dapat mengurangi stress dan rasa cemas. Mengalokasikan waktu untuk membaca setiap hari dapat memperluas pengetahuanmu, apalagi jika bahan bacaan yang kamu baca berhubungan dengan profesimu, maka hal itu akan berdampak pada peningkatan kualitas kinerja mu, dan berbagai contoh lainnya.



Menyadari betapa pentingnya sebuah kebiasaan, seringkali kita berusaha untuk membangun dan memeliharanya. Di awal komitmen, rasanya mudah sekali untuk melakukannya, bahkan dalam durasi yang sangat panjang. Namun, seiiring  dengan berjalannya waktu, semangat dan motivasi yang kita miliki lama-kelamaan memudar, sehingga kita selalu menunda untuk melakukannya, dan akhirnya meninggalkan kebiasaan tersebut (tidak konsisten).


Fenomena ini sering terjadi di kalangan kita, namun apa penyebabnya? Bagaimana cara untuk mengatasinya?

Alasan mengapa kita sulit untuk konsisten bukan karena kehilangan semangat dan motivasi, namun hal ini terjadi karena kita sering memasang target yang terlalu tinggi pada saat memulai kebiasaan baru, sehingga kita sudah “kalah sebelum berperang”  hanya dengan membayangkan betapa banyak energi dan waktu yang diperlukan untuk melakukan kebiasaan tersebut. Misalnya, kamu ingin menjadikan membaca sebagai suatu kebiasaan. Alih-alih langsung memulainya dengan target membaca 10 halaman per hari, alangkah baiknya, jika kamu hanya menargetkan 1 halaman per hari terlebih dahulu. Alih-alih langsung memulai puasa selama 1 minggu , cobalah untuk mulai melakukannya selamasehari dulu.


Sama halnya dengan banyak orang diluar sana yang ingin menjadi sebagai seorang yang sukses dalam bidang pekerjaan, atau sebagai pebisnis. nyatanya hal itu tidak mudah . karena selain faktor dalam diri sendiri, banyak jg faktor luar yang mempengaruhi, yaitu keadaan lingkungan, pengaruh politik, atau seperti saat ini, wabah pandemi mempengaruhi semua aspek. namun ada kekuatan besar dalam diri yang dapat mengalahkan semuanya. yaitu, mempositifkan diri sendiri. dan mulai berpikir positif, berbicara yang positif, perprasangka yang positif, dan melakukan perbuatan yang positif, maka hasilnya juga akan positif.



BATIK ACEH MENUSANTARA

 Walaupun aceh tidak terkenal dengan  batiknya, namun siapa sangka bahwa batik motif aceh yang di design oleh Mihalul Abrar dengan mengkombi...